00.31 Bung Amoghy

Sejumlah petani yang juga peternak di
wilayah eks pemukiman transmigrasi yang ada di wilayah Distrik Nabire
Barat, Wanggar dan Distrik Yaro, mulai merasa takut dan waspada dengan
adanya aksi pencurian ternak sapi yang dilakukan sejak tahun 2013 lalu
hingga saat ini.
Aksi pencurian ini dilakukan secara
sadis oleh para pelaku. Rata–rata ternak yang dicuri itu dipotong kurang
lebih 200 sampai 300 meter dari kandang ternak, isi perut dan kepala
ditinggalkan. Sementara seluruh isi daging diambil dan juga ada aksi
memberikan makanan beracun (potas) pada ternak sapi.
Namun yang lebih ironis lagi, secara
tiba-tiba ada seseorang yang datang dan mengaku tahu ada sapi yang
beracun alias makan potas. Sehingga dirinya akan menghubungi pembeli
agar ternak sapi yang terkena racun itu bisa dibeli untuk selanjutnya
dapat dipotong dan dijual lagi di pasar agar pemilik tidak merasa rugi.
2 sumber terpercaya staf Dinas
Peternakan Kabupaten Nabire membenarkan adanya laporan dari masyarakat
peternak yang akhir-akhir ini dihebohkan dengan adanya laporan sesama
peternak tentang ternak sapi yang hilang.
Dan pihak peternak pun sudah melaporkan
kasus pencurian sapi kepada pihak kepolisian. Namun hingga saat ini
belum ada tindak lanjutan dari pihak aparat kepolisian. Apabila hal ini
dibiarkan terus, justru akan meresahkan masyarakat peternak. Disisi lain
juga akan mengurangi jumlah ternak sapi yang ada di Kabupaten Nabire.
Sehingga kelompok–kelompok ternak sapi
yang ada di Kabupaten Nabire diarahkan untuk tidak lagi dikurung atau
pelihara dalam kandang. Tetapi dibagikan kepada masing–masing anggota
kelompok untuk dikasih makan dan dijaga. Sehingga pemeliharaan ternak
sapi sistim kelompok yang ada tidak berjalan maksimal.
0 komentar:
Posting Komentar