BTemplates.com

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.
Header Ads

Search This Blog

Diberdayakan oleh Blogger.
Clipart
"SELAMAT MENGUNJUNGI DI SITUS BLOG DINAS PETERNAKAN KABUPATEN NABIRE"

SELAMAT DATANG DI WEBLOG DINAS PETERNAKAN KAB NABIRE

VISI

" Melayani dengan Hati untuk Mewujudkan Ternak yang Sehat dan Produktif "


"Bekerja Secara Profesional Dan Disiplin"

Labels

Waktu Papua

Info Amoghy

Popular Posts

Selasa, 23 September 2014




MENGATASI PERUT KEMBUNG
Bagi peternak di pedesaan untuk mengobati ternak yang sakit sering mengalami kesulitan, karena jauh dari kota (toko obat) dan harga obat yang terlalu mahal, sehingga sulit terjangkau oleh peternak. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicari alternatif lain yaitu dengan menggunakan obat tradisional yang ada dan dapat dilakukan peternak serta harganya murah. Namun demikian usaha pencegahan juga perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan ternak dan lingkungannya, pemberian pakan yang cukup (kualitas dan kuantitas), bersih dan tidak beracun. Tips bagi Anda untuk mengatasi berbagai penyakit yang sering menyerang kambing melalui pengobatan tradisional
Kembung (bloat) disebabkan oleh penimbunan gas dalam perut akibat proses fermentasi berjalan cepat. Tingginya akumulasi gas menekan organ dalan tubuh sehingga menimbulkan kesakitan, pernapasan dengan mulut terbuka atau frekuensi pernapasan tinggi, serta frekuensi buang air besar dan kencing meningkat.
Agar ternak terhindar dari perut kembung, hindari pemberian pakan kambing sebagai berikut : Pakan hijauan yang masih terlalu muda, banyak mengandung air atau terlalu basah, baik terkena air hujan atau embun. Maka sebaiknya kambing diberi pakan hijauan yang sudah kering dari embun pagi. Pakan dari bahan pakan yang mudah dan cepat difermentasi seperti kol, lobak dan wortel secara berlebihan. Pakan biji-bijian yang tergiling halus terlalu banyak, tetapi kuarang mendapat hijauan erserat. Pakan leguminosa (daun kacang-kacangan) terlalu banyak. Bila keadaan memaksa, hijauan baiknya diberi percikan minyak kelapa.

Tanda klinis :
Kambing merasa gelisah, sakit, dan sulit bernapas. Perut bagian kiri mengalami pembesaran yang bila ditepuk akan berbunyi seperti bedug/gendang.
Punggung membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lender mulut kebiruan.
Ternak jatuh dan susah bangun lagi, bila dibiarkan ternak dapat mati mendadak.


Pengobatan jamu :
1. Minyak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai, atau minyak sawit) sebanyak 100-200 ml (sekitar ½ – 1 gelas) dengan cara dicekok.
2. Kambing dicekok 200 cc “Sprite/soda”, lalu perut yang kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah hanlus dan sudah dicampur dengan minyak angin. Bila anginasudah keluar melalui anus, kedua kakidepan diangkat ke atas sambil sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut kambing harus selalu terbuka, dengan cara mulut kambing disumbat dengan kayu/paralon secara melintang dan usahakan kambing tetap berdiri. Dengan cara ini semua timbunan gas dalam perut akan keluar.

3. Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun papaya yang ujungnya sudah diolesi minyak goreng agar tidak melukai dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing dijepit sehingga gas akan keluar melalui tangkai daun papaya.

Rabu, 23 Juli 2014

Stok Daging Sapi Di Nabire Jelang Idul Fitri Masih Mencukupi




Menjelang perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1435 H, stok daging sapi di kota Nabire terpantau cukup tersedia dan aman, Hal ini dijelaskan oleh Kepala Dinas Peternakan kabupaten Nabire, Wilem Rumbiak, senin (23/07/2014).
Menurut Willem, stok daging masih mecukupi untuk Nabire dikarenakan saat ini menurut data Dinas Peternakan Nabire, Nabire memiliki 15 ribu ekor sapi.
Terkait stok sapi yang tersedia, menurut Willem, ada kendala yang dihadapi yakni tinggi pemotongan hewan yang tidak bisa dikontrol terus menerus oleh Dinas Peternakan Nabire.
Akibat hal tersebut pejantan unggul serta betina produktif menjadi berkurang. Willem berharap kedepannya setelah Nabire memiliki rumah potong hewan, penyediaan daging sapi bagi warga Nabire bisa lebih terkontrol dan aman.

Jumat, 04 Juli 2014

Peternak Sapi Di Nabire Keluhkan Pencurian Ternak Mereka


Sejumlah petani yang juga peternak di wilayah eks pemukiman transmigrasi yang ada di wilayah Distrik Nabire Barat, Wanggar dan Distrik Yaro, mulai merasa takut dan waspada dengan adanya aksi pencurian ternak sapi yang dilakukan sejak tahun 2013 lalu hingga saat ini.

Aksi pencurian ini dilakukan secara sadis oleh para pelaku. Rata–rata ternak yang dicuri itu dipotong kurang lebih 200 sampai 300 meter dari kandang ternak, isi perut dan kepala ditinggalkan. Sementara seluruh isi daging diambil dan juga ada aksi memberikan makanan beracun (potas) pada ternak sapi.

Namun yang lebih ironis lagi, secara tiba-tiba ada seseorang yang datang dan mengaku tahu ada sapi yang beracun alias makan potas. Sehingga dirinya akan menghubungi pembeli agar ternak sapi yang terkena racun itu bisa dibeli untuk selanjutnya dapat dipotong dan dijual lagi di pasar  agar pemilik tidak merasa rugi.

2 sumber terpercaya staf Dinas Peternakan Kabupaten Nabire membenarkan adanya laporan dari masyarakat peternak yang akhir-akhir ini dihebohkan dengan adanya laporan sesama peternak tentang ternak sapi yang hilang.

Dan pihak peternak pun sudah melaporkan kasus pencurian sapi kepada pihak kepolisian. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutan dari pihak aparat kepolisian. Apabila hal ini dibiarkan terus, justru akan meresahkan masyarakat peternak. Disisi lain juga akan mengurangi jumlah ternak sapi yang ada di Kabupaten Nabire.

Sehingga kelompok–kelompok ternak sapi yang ada di Kabupaten Nabire diarahkan untuk tidak lagi dikurung atau pelihara dalam kandang. Tetapi dibagikan kepada masing–masing anggota kelompok untuk dikasih makan dan dijaga. Sehingga pemeliharaan ternak sapi sistim kelompok yang ada tidak berjalan maksimal.

Peningkatan Populasi Ternak Di Kota Nabire


Peningkatan Populasi Ternak Di Kota Nabire

Kepala Dinas Peternakan kabupaten Nabire, Willem M Rumbiak mengatakan, populasi ternak di kabupaten Nabire cenderung meningkat sampai bulan september 2013 ini.

Dijelaskan sampai dengan bulan september 2013, jumlah populasi ternak sapi yang ada di kota Nabire sebanyak 13 ribu ekor. Ternak babi terdiri dari 33 ribu ekor, kambing 7 ribu ekor, ayam buras 242 ribu ekor, dan itik lebih dari 20 ribu ekor. Populasi ternak ini tersebar di 5 distrik yang berada di wilayah kabupaten Nabire.

Khusus untuk ternak sapi yang dikembangan petani peternak adalah jenis sapi bali, karena jenis sapi bali tahan terhadap perubahan cuaca dan mudah beradaptasi dengan situasi lingkungan tempat tinggalnya.

Ditambahkan Willem Rumbiak, Dinas Peternakan kabupaten Nabire belum merekomendasikan untuk mendatangkan sapi dari luar daerah Nabire, karena dirasa ternak sapi yang ada saat ini masih cukup bagi kebutuhan masyarakat kota Nabire.

UPTD Pusat Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Nabire Akan Melayani Pengobatan Massal Ternak Secara Gratis


3

(Ilustrasi)

Dinas Peternakan kabupaten Nabire, dalam waktu dekat, akan melayani pengobatan massal ternak di kampung-kampung yang ada di kabupaten Nabire.


Salah satu tugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan Dinas Peternakan kabupaten Nabire, yakni memberi pelayanan kesehatan kepada hewan di lapangan, Selain itu peternak juga membawa ternaknya yang sakit untuk diperiksa di UPTD Puskeswan Dinas Peternakan kabupaten Nabire. Itulah penuturan Kepala UPTD Puskeswan Dinas Peternakan kabupaten Nabire, Yunus Paembonan, selasa pagi (10/06/2014).

Menurut Yunus, Dinas Peternakan kabupaten Nabire melalui UPTD Puskeswan, dapat memberikan pelayanan gratis kepada ternak seperti ayam, entok, sapi, babi, kambing, dan sebagainya yang sakit. Oleh karena itu, Yunus menghimbau kepada warga Nabire khususnya yang memiliki ternak, jika ternaknya sakit, agar segera melaporkan kepada petugas UPTD Puskeswan Dinas Peternakan Nabire untuk diberi pengobatan gratis.

Ditambahkan Yunus, SDM yang tersedia di Dinas Peternakan kabupaten Nabire saat ini cukup tersedia diantaranya 4 orang dokter hewan, dan 8 orang mantri hewan.

(RRI Nabire/Alexander Saudilla)

Jumat, 22 November 2013

Disnak


A. Latar Belakang

Kabupaten Nabire merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Papua yang memiliki wilayah yang sangat potensial untuk Pengembangan Usaha Peternakan seperti luas wilayah dan kapasitas tampung per unit ternak yang sangat tinggi yang didukung oleh ketersediaan Hijauan pakan Ternak serta memiliki Agroklimat yang menunjang seperti curah hujan yang merata sepanjang tahun sehingga memungkinkan ketersediaan Hijauan Makanan Ternak (HMT) yang sangat besar jumlahnya dan tersedia sepanjang tahun. Disamping potensi Sumber Daya Alam tersebut juga jika dilihat dari aspek letak wilayah dan aspek ekonomi/pasar maka Kabupaten Nabire berada pada posisi yang strategis yakni sebagai pintu gerbang atau pelabuhan masuk arus barang ke wilayah Kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Berdasarkan potensi tersebut maka Kabupaten Nabire telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan sentra Produksi Pembibitan Ternak sapi di wilayah di Provinsi Papua. Namun potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal, karena berbagai kendala dan permasalahan diantaranya adalah Usaha Peternakan yang ada sebagian besar masih merupakan Usaha Peternakan Rakyat dengan jumlah kepemilikan ternak dalam skala usaha yang terbatas/kecil, belum ada perusahaan atau investor yang mengembangkan usaha peternakan sapi, jumlah populasi ternak sapi yang masih kurang dan kebutuhan bibit ternak sapi masih di datangkan dari luar wilayah Kabupaten Nabire dengan harga yang mahal dan sulit dijangkau oleh daya beli petani/peternak. Padahal minat dari petani/peternak untuk beternak sapi dan memiliki ternak sapi sendiri cukup tinggi. Hal ini terlihat dari proposal peternakan bantuan bibit dan modal usaha untuk usaha peternakan diantaranya ternak sapi potong, kambing, ayam ras pedaging, itik/entog, ternak babi dan beberapa ternak lainnya yang disampaikan ke Dinas Peternakan sangat banyak, dari tahun ketahun yang terus meningkat sementara itu disisi lain kemampuan dana yang ada dalam menjawab permohonan petani/peternak sangat terbatas.
Dalam menjawab kendala dan permasalahan yang dialami dan dihadapi tersebut maka Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, telah melakukan berbagai upaya dengan berbagai program kegiatan diantaranya adalah program peningkatan Produksi Hasil Peternakan dengan kegiatan pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pembibitan Peternakan Sapi Potong dengan pendekatan Vilage Breeding Centre (VBC) Pusat Pembibitan Desa pada kawasan yang potensial dikelola oleh kelompok tani/ternak. Program kegiatan tersebut dapat lebih memberdayakan kelompok dan anggotanya kearah yang lebih maju dan mandiri.
Namun mengingat bahwa pelaksanaan program kegiatan yang baik ini kalau realisasi pelaksanaannya pada setiap tahunnya hanya untuk 1-2 kelompok atau sangat terbatas jumlahnya, maka upaya untuk meningkatkan percepatan pencapaian produksi dan skala usaha peternakan guna pemberdayaan ekonomi masyarakat akan lambat dan sulit terwujud.

B. Gambaran Umum Dinas Peternakan Kabupaten Nabire
1. Dasar Hukum Dinas Peternakan.
Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Nabire Nomor 5 Tahun 2008 telah diatur tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Nabire. Salah satunya adalah Dinas Peternakan Kabupaten Nabire , yang merupakan Pemisahan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nabire yang awalnya merupakan gabungan dari tiga Dinas/Kantor diantaranya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Nabire, Dinas Peternakan Kabupaten Nabire dan Kantor Penyuluhan Pertanian Kabupaten Nabire.
Peraturan Bupati Nabire Nomor 49 Tahun 2009 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Peternakan Kabupaten Nabire yang berisikan Ketentuan Umum, Kedudukan Tugas dan Fungsi, Susunan Organisasi, Unit Pelaksana Teknis Dinas, Pengangkatan dalam Jabatan, Kelompok Jabatan Fungsional, Tata Kerja, Pembiayaan dan Ketentuan Penutup.
Dalam melaksanakan Tugas Desentralisasi di bidang Peternakan, maka Satker Dinas Peternakan Kabupaten Nabire melakukan fungsi :
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Peternakan.
b. Pemberian perijinan dan pelaksanaan pelayanan umum.
c. Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas dalam lingkup tugasnya.
Dasar / Landasan Hukum :
1. Undang – Undang No. 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua;
2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang ketentuan pokok Peternakan dan kesehatan hewan.
3. Undang – Undang No. 1 Tahun 2004 Tentang Keuangan Negara;
4. Undang – Undang No. 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
5. Undang – Undang No. 25 tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
6. Undang – Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah;
7. Undang – Undang No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesai Nomor 4737);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
10. Peraturan Daerah Kabupaten Nabire Nomor 3 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintah Wajib dan Pilihan Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire;
11. Peraturan Daerah Kabupaten Nabire Nomor 5 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Nabire;
12. Peraturan Bupati Kabupaten Nabire Nomor 49 Tahun 2009 tanggal 10 Desember 2009 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Peternakan Kabupaten Nabire.
3
Peraturan Bupati Kabupaten Nabire Nomor 49 Tahun 2009 tanggal 10 Desember 2009 telah diatur tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Peternakan Kabupaten Nabire yang berisikan Ketentuan Umum, Kedudukan Tugas dan Fungsi, Susunan Organisasi, Unit Pelaksana Teknis Dinas, Pengangkatan dalam Jabatan, Kelompok Jabatan Fungsional, Tata Kerja, Pembiayaan dan Ketentuan Penutup.
4
Uraian Tugas Pokok dan Fungsi SKPD
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas terdiri dari :
1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
2. Sub Bagian Program dan Pelaporan
3. Sub Bagian Keuangan
c. Bidang Penyebaran dan Pengembangan Peternakan, terdiri dari :
1. Seksi Identifikasi dan Penyiapan Lokasi Penyebaran dan Pengembangan Peternakan
2. Seksi Redistribusi dan Penataan Ternak
d. Bidang Bina Usaha dan Pengolahan Hasil Peternakan, terdiri dari :
1. Seksi Permodalan dan Pelayanan Usaha
2. Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan
e. Bidang Produksi, terdiri dari :
1. Seksi Teknik Reproduksi dan Perbibitan Ternak
2. Seksi Pakan
f. Bidang Kesehatan Hewan, terdiri dari :
1. Seksi Penyidikan dan Pencegahan Penyakit Hewan
2. Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pelayanan Kesehatan Hewan.
g. Unit Pelaksana Teknis Dinas, terdiri dari :
1. UPTD Klinik Hewan
2. UPTD Pembibitan Ternak
Kelompok Jabatan Fungsional
2. Jumlah Pegawai
Jumlah pegawai pada Satker Dinas Peternakan Kabupaten Nabire adalah 48 (empat puluh delapan) orang. Sebaran pegawai berdasarkan tingkat pendidikan dan jumlah per golongan dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Data Pegawai berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jumlah Per Golongan Tahun 2012
5
Grafik 1. Prosentase Jumlah Pegawai Dinas Peternakan menurut Tingkat Pendidikan dan Golongan Tahun 2012
6
3. Visi dan Misi Dinas Peternakan Kabupaten Nabire
Visi Dinas Peternakan Kabupaten Nabire yaitu “Terwujudnya Peningkatan Penyediaan Pangan Hewani Asal Ternak (Daging dan Telur) Yang Berbasis Sumber Daya Lokal di Kabupaten Nabire”.
Sedangkan Misi Dinas Peternakan Kabupaten Nabire adalah :
1. Peningkatan penyediaan pangan hewani asal ternak yang aman dan layak
2. Peningkatan produksi Peternakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal dengan di dukung partisipasi masyarakat.
3. Pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua melalui usaha peternakan yang maju, tangguh dan mandiri.
4. Peningkatan penyediaaan prasarana dan sarana dibidang peternakan.
5. Peningkatan pemanfaatan inovasi dan teknologi tepat guna dibidang peternakan.
6. Peningkatan pendapatan peternak melalui pengembangan usahatani ternak yang berorientasi agribisnis.
7. Peningkatan pengamanan sumberdaya peternakan melalui pengawasan sarana produksi, budidaya dan pelayanan kesehatan hewan.
8. Peningkatan sumberdaya aparatur dan penguatan kelembagaan di bidang peternakan.
Berdasarkan visi dan misi Dinas Peternakan Kabupaten Nabire terdapat keterkaitan dengan visi dan misi Kabupaten Nabire yaitu dalam point 2, 3, 4 dan yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumberdaya masyarakat lokal dalam bidang usaha Peternakan, peningkatan kesehatan masyarakat melalui konsumsi pangan asal hewan yang berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dari segi pemberdayaan ekonomi rakyat dalam usaha bidang Peternakan serta penataan kelembagaan kearah yang lebih baik.

C. Kondisi Umum Peternakan
Pembangunan Peternakan di Kabupaten Nabire bertujuan terutama untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur, selain juga untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup serta untuk upaya perluasan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Pembangunan Peternakan tersebut telah ditempuh melaui 2 program yaitu : Program Pengembangan ternak Potong (Sapi, Kambing/Domba, Babi) dan Program Pengembangan Ternak Unggas (Ayam Buras, Itik dan Entog). Dimana semua jenis ternak tersebut pengembangannya berbasis pada sumber daya lokal. Adapun perkembangan populasi jenis ternak antara tahun 2010, 2011 dan angka sementara untuk tahun 2012 adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Data Populasi Ternak di Kabupaten Nabire Tahun 20127
Dari jenis ternak yang ada maka jenis ternak yang dapat berkembangbiak dengan baik dan mempunyai peranan penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan daging dan telur serta dalam rangka upaya peningkatan pendapatan petani dan pemberdayaan ekonomi rakyat adalah jenis ternak sapi, babi, ayam buras dan ayam Ras Pedaging. Jenis ternak unggas baik ayam buras maupun ayam ras pedaging populasinya berfluktuasi tergantung pasokan sarana produksinya yakni bibit dan pakan mengingat komoditas tersebut masih didatangkan dari daerah luar terutama seperti Surabaya dan Makassar. Sedangkan untuk jenis ternak lain meningkat dari tahun ketahun karena adanya ketersediaan pakan ternak yang sangat mendukung pengembangan ternak di Kabupaten Nabire yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adanya jenis rumput varietas unggul dan jenis-jenis leguminosa yang tumbuh subur di kawasan Kabupaten Nabire, adanya curah hujan yang tinggi yang merata sepanjang tahun dan faktor alam lainnya yang turut mendukung ketersediaan pakan ternak.